Rabu, Juli 23, 2008
Kepala sudah mulai penuh, tapi jemari malas untuk bergerak. Semua terasa menjadi tidak penting untuk dituliskan. Padahal selama ini juga cuma nulis yang nggak penting-penting :p
Betul, tidak selalu penting untuk menulis hal-hal yang penting. Lebih penting untuk selalu menulis. Mmm, sudah terdengar lebih serius.
Ada yang bilang : kalau malas menulis, ya nggak usah menulis apa-apa. Tulis aja hal-hal yang membuat mengapa jadi malas menulis.
Pertama, karena sedang hanyut—tepatnya sih, menghanyutkan diri—dalam dunia Bella di novel New Moon, Stephani Meyer (Lanjutan dari Twilight). Setelah sekian lama mengidamkannya, aku nyaris melompat kegirangan, ketika Si Dewa* Yang Baik Hati itu mengangsurkan novel tebal bersampul biru itu. Untung kantornya sedang sepi, hingga tidak sampai ada saksi mata kenorakanku.
Hampir seminggu ini serombongan tamu tiba-tiba hadir dan meramaikan kamar, bertubuh hitam kecil dan jalannya cepat tergesa. Mereka datang tak diundang dan pulang
“Hallo, sayang” suara ceria Aa menyapaku lewat telepon.
Tubuh Aa layu. Senyumnya gugur satu-satu, menyisakan raut yang gersang.
Miss Venezuela, Diana Mendoza, didaulat sebagai Miss Universe 2008, begitu kabar yang diberitakan di televisi. Aku tidak begitu acuh, berbeda dengan Aa yang langsung naik daun telinganya.
Ah, mereka, penulis itu… sangat mengagumkan.
Aku sedang asik menyusun dan memilah buku. Buku referensi, kamus juga thesaurus kususun dalam rak yang sama. Buku-buku yang sudah dibaca tapi masih ingin dibaca-baca lagi dalam kelompok yang lain. Terakhir, kelompok buku yang belum dibaca. Tumpukan ini merupakan tumpukan tertinggi, sebab buku-buku yang sudah kubaca kebanyakan langsung kususun dalam lemari sebelum aa komentar.