lazy-lying-desk ~78547-10dgKepala sudah mulai penuh, tapi jemari malas untuk bergerak. Semua terasa menjadi tidak penting untuk dituliskan. Padahal selama ini juga cuma nulis yang nggak penting-penting :p

Betul, tidak selalu penting untuk menulis hal-hal yang penting. Lebih penting untuk selalu menulis. Mmm, sudah terdengar lebih serius.

Ada yang bilang : kalau malas menulis, ya nggak usah menulis apa-apa. Tulis aja hal-hal yang membuat mengapa jadi malas menulis.

Pertama, karena sedang hanyut—tepatnya sih, menghanyutkan diri—dalam dunia Bella di novel New Moon, Stephani Meyer (Lanjutan dari Twilight). Setelah sekian lama mengidamkannya, aku nyaris melompat kegirangan, ketika Si Dewa* Yang Baik Hati itu mengangsurkan novel tebal bersampul biru itu. Untung kantornya sedang sepi, hingga tidak sampai ada saksi mata kenorakanku.

(more…)

yellow-leafcutter-ant ~55843119Hampir seminggu ini serombongan tamu tiba-tiba hadir dan meramaikan kamar, bertubuh hitam kecil dan jalannya cepat tergesa. Mereka datang tak diundang dan pulang tak berkutang harus diusir. Entah dari mana asalnya. Pernah aku buntuti, tapi sepertinya mereka tau dan dengan taktik jitu mereka berpencar ke segala arah, meninggalkanku kehilangan jejak.

Wilayah sasaran mereka adalah meja kerja Aa. Seperti pada malam itu, mereka datang dan langsung menjajah tanpa ampun.

“Dik, aa mau teh panas lagi dong” Keningku mengernyit mendengar permintaan Aa.

“Lho, tadi kan udah Ning bikinin? tuh gelasnya di depan Aa.” aku mengerakkan kepala menunjuk gelas di atas mejanya, enggan beranjak dari depan komputerku.

“Ada, tapi udah disemutin, dik…” mimiknya mememelas.

Dooooh! Tamu Tak Diundang itu lagi!

(more…)

woman-filling-car ~e00005633“Hallo, sayang” suara ceria Aa menyapaku lewat telepon.

“Halo Aa” Spontan kulirik jam yang tergantung di dinding tepat di atas kusen pintu, sambil menjawab sapaannya. Hm, jam setengah 10 malam. Padahal ini hari pertama ia masuk kerja setelah sakit kemarin, sudah langsung lembur hingga jam segini. Haaah…aku menarik nafas, menjaga agar rasa kesal tidak naik ke kerongkongan.

“Lagi apa, Say? kok nggak ada cerita?” tanya Aa.

“Eh…eh…” aku gelagapan, Aa seperti bisa merasa diamku. “Lagi di depan kompi, A, lagi nulis. Eh, Aa sudah di mana nih?” tanyaku, mengajak aa ngobrol.

“Sudah di jalan Anu, dik” jawab Aa singkat.

“Nanti mau makan malam nggak?”

“Ndak usah. Minum teh panas aja.”

“Oke, deh.”

“Dik,…”

“Hmm…”

(more…)

Selamat bergabung dengan komunitas Lintas Berita. Kontribusi Anda sangat berguna bagi orang lain untuk saling berbagi informasi mengenai berbagai hal yang ada di sekitar kita. Begitu pula Anda akan memproleh manfaat yang sangat banyak, salah satunya adalah dengan menjadi anggota di Lintas Berita maka dijamin Anda akan selalu mendapat berita dan info terbaru dan selalu unik.

Sebenarnya sudah cukup lama undangan itu ngedon di kotak surat. Ada dua undangan, berasal dari Eric Sukanton dan Faturjs. Tadi, entah kenapa tanganku bergerak membuka email itu dan menyetujui untuk berkontribusi di sana.

Saat email konfirmasi kubuka dan langsung di antarkan ke halaman Lintas Berita dan disambut dengan sapaan yang hangat, aku tau, aku tidak salah untuk menyetujui bergabung.

massageTubuh Aa layu. Senyumnya gugur satu-satu, menyisakan raut yang gersang.

Kuusap keningnya yang hangat, menciumi ubun-ubunnya. Kuciumi kelopak matanya yang redup, dengan telapak tanganku di pipi putihnya. Ia masih mencoba membuat gurauan-gurauan seolah menunjukkan ia baik-baik saja. Tapi aku tidak langsung percaya, Aa bela-belain meninggalkan pekerjaan kantor adalah pertanda ia sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.

***

Aku teringat buku Accupressure yang kubeli kemarin, saatnya mempraktekkan teknik pemijatan untuk pengobatan, bukan sekedar untuk relaksasi.

(more…)

queen-jealous ~1802738Miss Venezuela, Diana Mendoza, didaulat sebagai Miss Universe 2008, begitu kabar yang diberitakan di televisi. Aku tidak begitu acuh, berbeda dengan Aa yang langsung naik daun telinganya.

“Waah, cantik…” spontan Aa mengungkapkan pujian.

“Cantik mana sama adik?” tukasku tak mau kalah, dengan lirikan mata siap menerkam kalau jawabannya salah. Ha ha ha…

“He he he,” Aa tertawa kecil melihat ekspresiku, lalu berdehem. “Hmm, adik cantiknya lebih lengkap”

Heh? apa aku nggak salah denger nih?

“Maksudnya A?” tanyaku dengan kening berkerut, sedikit deg-degan menunggu jawabannya.

(more…)

tamaraAh, mereka, penulis itu… sangat mengagumkan.

Pada sebuah meja panjang mereka duduk bersama. Di antaranya seorang kakek tua berusia delapan puluh, yang memanggil hadirin sebagai anak dan cucunya, duduk berdampingan dengan perempuan jelita dengan rambut tergerai indah jatuh di atas punggung terbuka berhiaskan tato foto anak tercintanya. Sayang, aku tidak sempat mengabadikan tato keren itu.

Kakek tua yang kerap menulis surat buat para pemimpin negeri ini, bila bertutur ruangan akan hening seketika, kalimatnya sederhana dan berwibawa dengan nada suara yang menggetarkan hati dan membuat bulu kuduk meremang. Sementara perempuan di sampingnya, yang di kepalanya bertengger kaca mata hitam dan syal abu-abu melingkar di leher jenjangnya, begitu sexi dan lugas ketika berbicara tentang vagina.

Tahukah kamu apa pendapat perempuan itu tentang mengapa budaya menulis belum begitu mendapat tempat di masyarakat dan masih dipandang sebagai profesi yang kurang menjanjikan?

(more…)

senior-couple-reading ~pr76199Aku sedang asik menyusun dan memilah buku. Buku referensi, kamus juga thesaurus kususun dalam rak yang sama. Buku-buku yang sudah dibaca tapi masih ingin dibaca-baca lagi dalam kelompok yang lain. Terakhir, kelompok buku yang belum dibaca. Tumpukan ini merupakan tumpukan tertinggi, sebab buku-buku yang sudah kubaca kebanyakan langsung kususun dalam lemari sebelum aa komentar. :mrgreen:

Tiba-tiba aa menghampiriku dari belakang, menyentuh punggungku.

“Wah, bukunya banyak amat, dik”

Aku nyengir sambil berfikir mau jawab apa. Tapi kujawab singkat saja sambil tersenyum. “Iya, A…”

Aa terus memperhatikanku memilah buku atau mengatur letak pembatas buku.

(more…)

Pesta Buku Jakarta 2008 memamg sudah usai, tapi keriaannya masih menyisakan kenangan manis yang bisa membuatku tersenyum bila mengingatnya.

***

Sore itu, hari terakhir pesta. Aa mengantarkanku ke GBK Senayan, tempat dirayakannya pesta para pecinta buku. Inginnya sih, Aa ikut turun menggandeng tanganku menyusuri rak-rak buku, berburu buku-buku diskon dan menemukan buku-buku menarik.

Tapi aku cukup bahagia, aa mengantarkanku hingga di depan Resto Laguna dan berjanji akan menjemputku di tempat yang sama pada pukul tujuh malam.

Sebelum aku turun, kuperiksa lagi tas dan isi dompet. Kali ini aku sediakan uang cash yang cukup, pengalaman sebelumnya aku terpaksa gigit jari karena kebanyakan stand peserta pameran buku tidak menyediakan fasilitas pembayaran dengan kartu debit.

Aa juga ternyata sibuk memeriksa dompetnya.

(more…)

Dear, temans…

Kotak suratku semakin penuh oleh surat-surat yang belum dibuka, oleh surat-surat yang sudah dibuka namun belum bisa dibalas dan oleh surat-surat spam yang belum sempat ditendang jauh.

Dashboard WP semakin sulit terbuka di komputerku, dengan koneksi yang bikin aku pengin mites siapa saja yang dekat-deket denganku, kecuali Aa tentunya. Kalau deket-deket Aa sih bawaannya pengen nyium. Akibatnya, tamu-tamu terabaikan. Jangankan menyuguhkan secangkir teh hangat atau segelas sirop dingin yang menyegarkan, menerima jabat tangannya dan menjawab tegur sapanya saja tidak bisa.

Untuk itu aku mohon maaf dan pemakluman. Sambil menunggu pesanan modem dikirim, aku hanya bisa memandang teras ini dari kejauhan.

Big hug,

 

Bening

(memposting tulisan dengan blogdesk sangat membantu, meski harus berungkali mencari celah saat koneksinya sedang baik. Dan seringnya itu hanya diperoleh saat waktu menjelang tengah malam, saat kantuk mulai tidak bisa diajak kompromi, saat aa mematikan lampu kamar dan mengajak tidur, arrghh….)

Next Page »